Awal Mula Bisnis Rusdi Kirana
Rusdi
Kirana lahir di keluarga yang terbilang sederhana dan sangat akrab
dengan perjuangan hidup. Dalam lingkup keluarga, ia dibiasakan untuk
mampu berjuang dan berusaha jika menginginkan sesuatu. Inilah pula yang
akhirnya mengantarkan Rusdi muda mulai mengenal dunia bisnis.
Kala
itu ia berfikir bahwa hanya dengan menjalankan sebuah bisnis, kita baru
bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik terutama dalam hal
finansial. Hingga suatu hari, ia diperkenalkan pada peluang bisnis yakni
menjual produk mesin ketik yang memang saat itu masih populer
digunakan. Lewat penjualan mesin ketik buatan Amerika tersebut, memang
Rusdi sudah bisa mengantongi penghasilan sendiri. Namun pada
kenyataannya pendapatan yang sebesar $10 per bulan kala itu dirasa masih
jauh dari kata cukup.
Lompatan Besar Rusdi Kirana Membangun Lion Air
Setelah
beberapa tahun mengembangkan perusahaan biro perjalanan, Rusdi Kirana
kembali tertantang untuk membawa karirnya pada level yang lebih tinggi.
Dengan modal besar yang berhasil ia kumpulkan dari perusahaan jasa biro
perjalanan, secara mengejutkan Rusdi membangun sebuah perusahaan baru
bersekala besar. Tak tanggung-tanggung, yang ia garap kala itu adalah
sebuah maskapai penerbangan.
Tepatnya
pada bulan Juni tahun 2000, berbekal satu buah pesawat jet sebagai
armada awal, Lion Air mulai mengudara di langit Indonesia. Namun
tentunya perjalanan bisnis Rusdi Kirana tidak lepas dari beragam
tantangan dan masalah. Yang terbesar adalah, banyak pengamat yang
menyatakan bahwa langkah Rusdi Kirana membangun maskapai penerbangan
bukanlah opsi yang terbaik.
Bangkit Dan Menjalankan Ekspansi Bisnis
Meskipun
kondisi perusahaan terbilang masih belum cukup stabil, Rusdi Kirana
terus berupaya untuk membuat terobosan terkait layanan jasa penerbangan
lokal. Mengusung konsep penerbangan biaya murah, perlahan maskapai Lion
Air mulai bisa membangun kepercayaan dari konsumen di Indonesia.
Dengan
kondisi perusahaan yang mulai kondusif, perkembangan bisnis Lion Air
juga terus meningkat tidak hanya dalam dalam hal kualitas namun juga
kuantitas. Ini dibuktikan dengan keputusan besar Rusdi yang membeli
lebih dari 200 unit pesawat Airbus dari perusahaan Perancis dengan nilai
kontrak sebesar $24 miliarSumber : https://www.maxmanroe.com
No comments:
Write comments