Recent Articles

Sunday, February 24, 2019

Pendiri Lion Air Rusdi Kirana, Dulu Memulai Karir Sebagai Penjual Mesin Ketik

 


Awal Mula Bisnis Rusdi Kirana

Rusdi Kirana lahir di keluarga yang terbilang sederhana dan sangat akrab dengan perjuangan hidup. Dalam lingkup keluarga, ia dibiasakan untuk mampu berjuang dan berusaha jika menginginkan sesuatu. Inilah pula yang akhirnya mengantarkan Rusdi muda mulai mengenal dunia bisnis.

Kala itu ia berfikir bahwa hanya dengan menjalankan sebuah bisnis, kita baru bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik terutama dalam hal finansial. Hingga suatu hari, ia diperkenalkan pada peluang bisnis yakni menjual produk mesin ketik yang memang saat itu masih populer digunakan. Lewat penjualan mesin ketik buatan Amerika tersebut, memang Rusdi sudah bisa mengantongi penghasilan sendiri. Namun pada kenyataannya pendapatan yang sebesar $10 per bulan kala itu dirasa masih jauh dari kata cukup.

Lompatan Besar Rusdi Kirana Membangun Lion Air

Setelah beberapa tahun mengembangkan perusahaan biro perjalanan, Rusdi Kirana kembali tertantang untuk membawa karirnya pada level yang lebih tinggi. Dengan modal besar yang berhasil ia kumpulkan dari perusahaan jasa biro perjalanan, secara mengejutkan Rusdi membangun sebuah perusahaan baru bersekala besar. Tak tanggung-tanggung, yang ia garap kala itu adalah sebuah maskapai penerbangan.
Tepatnya pada bulan Juni tahun 2000, berbekal satu buah pesawat jet sebagai armada awal, Lion Air mulai mengudara di langit Indonesia. Namun tentunya perjalanan bisnis Rusdi Kirana tidak lepas dari beragam tantangan dan masalah. Yang terbesar adalah, banyak pengamat yang menyatakan bahwa langkah Rusdi Kirana membangun maskapai penerbangan bukanlah opsi yang terbaik.

Bangkit Dan Menjalankan Ekspansi Bisnis

Meskipun kondisi perusahaan terbilang masih belum cukup stabil, Rusdi Kirana terus berupaya untuk membuat terobosan terkait layanan jasa penerbangan lokal. Mengusung konsep penerbangan biaya murah, perlahan maskapai Lion Air mulai bisa membangun kepercayaan dari konsumen di Indonesia.
Dengan kondisi perusahaan yang mulai kondusif, perkembangan bisnis Lion Air juga terus meningkat tidak hanya dalam dalam hal kualitas namun juga kuantitas. Ini dibuktikan dengan keputusan besar Rusdi yang membeli lebih dari 200 unit pesawat Airbus dari perusahaan Perancis dengan nilai kontrak sebesar $24 miliar

Sumber : https://www.maxmanroe.com




No comments:
Write comments