Recent Articles

Showing posts with label Technology. Show all posts
Showing posts with label Technology. Show all posts

Tuesday, February 19, 2019

Cara Install Windows 10 Lengkap dengan Langkah-Langkah Praktis

 

Cara Install Windows 10 Lengkap dengan Langkah-Langkah Praktis

Beberapa laptop terbaru akhir-akhir ini sebagian besar menggunakan system operasi Windows 10. Bahkan ada beberapa laptop yang hanya support windows 10. Seperti yang dialami teman saya, dia ingin mengganti system operasi Windows 10 di laptopnya dengan Windows 7 atau dibawahnya, tapi ternyata tidak bisa.
Teman saya ini merasa belum familiar dengan Windows 10. Katanya juga ada beberapa aplikasi yang biasa dia gunakan, tapi tidak bisa support dengan Windows 10. Bisa jadi yang dikeluhkan teman saya ini ada benarnya, tapi ada baiknya kita cari tahu dulu akar masalahnya. Dugaan saya ada dua kemungkinan masalah. Pertama memang terletak pada laptop dia yang tidak support, atau bisa jadi karena kurang paham cara install Windows 10 di laptopnya.
Jika masalahnya adalah karena laptop yang tidak support, maka sebaiknya tidak perlu dipaksakan. Karena kadang ada perusahaan gadget yang memang sudah bekerjasama dengan perusahaan software untuk mendukung kualitas produk mereka. Dari ikatan kerjasama ini biasanya mereka menyertakan lisensi sebagai legalitas klaim terhadap produk mereka.
Kemudian bagaimana jika masalahnya karena kurang paham cara menginstall Windows 10 di laptop? Tentu saja kesalahan install akan berakibat pada aplikasi yang tidak bisa maksimal dijalankan. Atau lebih parah lagi akan berdampak pada performance laptop atau komputer. Maka penting sekali bagi kita untuk mencari panduan cara install Windows 10 terlebih dulu sebelum mulai menginstall di laptop atau PC.
Pada intinya sebelum kita mulai menginstall Windows 10, baik pada laptop maupun PC, sebaiknya perhatikan beberapa hal. Ibaratnya siapkan persenjataan sebelum berperang. Bukan hanya memastikan paham panduan dan langkah cara installnya, tapi juga hal-hal pendukung yang bisa menghambat teknis penginstallan Windows 10. Jangan sampai ketika sedang proses install ternyata masih ada perangkat yang kurang.
Tampilan layar Windows 10

Apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum mulai menginstall Windows 10?

1. Pastikan baterai laptop atau kecukupan daya listrik
Pastikan laptop atau PC yang sedang diinstall terhindar dari risiko mati di tengah proses install. Oleh karena itu pastikan kecukupan baterai atau sumber daya listriknya sebelum mulai menginstall.
Kalau memang dirasa butuh stop kontak, ya sediakan di dekat perangkat laptop atau PC yang akan diinstall. Jika butuh UPS karena kawatir listrik padam secara tiba-tiba, ya siapkan UPS. Karena proses install Windows 10 ini memakan waktu kurang lebih 30 menit. Bahkan bisa lebih, tergantung performance perangkat yang akan kita install dengan Windows 10.
2. File software Windows 10
File software Windows 10 bisa dalam bentuk VCD atau tersimpan dalam flashdisk. Jika file dalam bentuk VCD, maka pastikan perangkat laptop atau PC yang akan diinstall memiliki hardware yang mendukung untuk membaca file dalam bentuk VCD. Ada VCD/DVD drive-nya. Boleh pakai yang portable jika memang terpaksanya harus pakai drive portable.
Namun, kayaknya di zaman seperti sekarang ini sudah jarang pakai DVD drive untuk proses install program-program komputer. Saat ini beberapa software program komputer bisa dengan mudah kita dapatkan melalui internet. Tinggal download, simpan di drive, lalu gunakan. Bahkan gratis.
Termasuk software Windows 10 ini yang juga bisa kita dapatkan dengan mudah di internet. Tinggal download aja, gratis.
Barangkali masih banyak lagi hal-hal yang perlu diperhatikan selain ketiga poin diatas. Semua tergantung kebutuhan masing-masing. Hanya saja untuk kedua hal di atas jangan sampai terlewatkan dari persiapan sebelum menginstal.
Baca juga: Spesifikasi dan Harga Dell XPS 15 (2018)

Kelebihan dan Kekurangan Windows 10

Beberapa kelebihan Windows 10 yang membuat seseorang tertarik untuk memilihnya, antara lain: fitur-fitur yang ditawarkan pada Windows 10 terlihat lebih modern. Seperti fitur synchronize berbagai device, juga adanya fitur penyimpanan cloud melalui OneDrive. Tentu saja dengan adanya fitur ini memudahkan pengguna Windows 10 mengakses data-data dan tak perlu pusing dengan penyimpanan data dalam skala besar.
Kabarnya juga Windows 10 ini performancenya sangat baik untuk gaming. Karena Windows 10 dilengkapi dengan DirectX 12 dan game mode yang berguna untuk meningkatkan performa saat memainkan game.
Selain kelebihan tentu ada kekurangan. Dari beberapa orang mengatakan bahwa sering kali terganggu dengan updating Windows 10 yang cenderung lebih sering dibanding versi windows lainnya. Hal ini bikin tidak nyaman pengguna.
Selain itu program-program yang disediakan di WindowsSstore juga belum banyak. Padahal ada beberapa aplikasi penting yang tidak bisa dijalankan di Windows 10.
Sebenarnya masih banyak lagi kelebihan dan kekurangan Windows 10. Namun, secara garis besar Windows 10 sangat memuaskan untuk dijalankan pada laptop atau PC yang kita miliki.
Interface windows 10 mengesankan

Cara Instal Windows 10

Seperti yang saya singgung di atas tadi bahwa, cara instal Windows 10 itu bisa melalui dua cara. Antara lain menggunakan file software yang berbentuk VCD dan menggunakan file software yang tersimpan di flashdisk. Untuk tutorial kali ini saya akan fokus pada cara yang kedua, yaitu cara instal Windows 10 dengan flashdisk. Karena menurut saya ini cara paling mudah dan bisa diterapkan untuk perangkat laptop yang tidak memiliki DVD drive sekalipun.
Kita tahu bahwa saat ini banyak perangkat laptop yang tidak memiliki hardware DVD drive. Sedangkan semua laptop maupun PC tentu memiliki port USB yang bisa kita gunakan untuk menyambungkan dengan flashdisk. Nah, bagaimana cara instal Windows 10 dengan flashdisk?

Membuat Bootable Windows 10 di Flashdisk

Yang harus dilakukan pertama adalah membuat bootable Windows 10 pada flashdisk. Selain flashdisk juga bisa pakai microSD dengan card reader. Kita hanya butuh perangkat komputer seperti laptop atau PC, flashdisk, dan file Windows 10 untuk membuatnya. Dengan catatan kapasitas flashdisk atau microSD yang kita pakai adalah berukuran minimal 8 GB. Karena besarnya file Windows 10 sekitar 4 GB lebih.
Untuk file software yang perlu disiapkan, antara lain: Rufus versi portable dan Windows 10 dalam format file ISO. Jika belum punya file Windows 10, silakan download menggunakan Windows ISO Downloader. Begitu juga dengan Rufus, jika belum punya bisa download di website resminya rufus.akeo.ie.
Tampilan aplikasi Rufus
Sampai tahap ini saya anggap teman-teman sudah memiliki file Rufus dan Windows 10. Sehingga saya akan lanjut ke langkah selanjutnya, yaitu membuat bootable Windows 10 di flashdisk.
Pertama, nyalakan laptop atau PC.
Kedua, pastikan file Rufus dan Windows 10 sudah tersimpan di laptop atau PC.
Ketiga, sambungkan flashdisk atau microSD ke laptop.
Keempat, double klik pada file rufus.exe. Jalankan aplikasinya. Pada pilihan ‘Create a Bootable Disk Using’ klik pada gambar CD, lalu akan terbuka jendela baru. Pilih file Windows 10 dengan format ISO yang sudah tersimpan di drive laptop sebelumnya. Kemudian klik ‘Open’ untuk mlanjutkan.
Kelima, pada kolom ‘Device’ pilih flasdisk yang kita sambungkan ke laptop tadi. Kemudian pada kolom ‘Partition scheme and target system type’ pilih ‘GPT partition scheme for UEFI’ dengan catatan, bootable ini nantinya akan kita jalankan pada komputer baru atau yang belum terinstal Windows sama sekali. Jika nantinya kita akan instal Windows 10 pada komputer lama atau instal ulang, maka pilihan partition scheme kita ubah ke pilihan ‘MBR partition scheme.’
Baca juga: Cara Download di Internet dengan FDM Lebih Powerful dari IDM
Kemudian kolom ‘File system’ isi dengan pilihan ‘FAT32’, sedangkan kolom ‘Cluster size’ isi dengan pilihan default saja. Untuk kolom ‘new value label’ bisa kita tulis “Windows 10” sebagai nama file yang nantinya tersimpan di flashdisk.
Keenam, klik ‘Start’ dan setelah selesai, maka flashdisk kalian sudah siap untuk digunakan untuk menginstal Windows 10 di laptop atau PC. Kemudian klik ‘Close’ untuk menutup aplikasi Rufus.

Mengubah Boot Priority pada BIOS

Untuk bisa melanjutkan proses Instal Windows 10 dengan Flashdisk. Kita harus mengubah terlebih dulu boot priority pada BIOS di laptop atau PC yang akan kita instal. Ikuti langkah-langkah berikut:
Pertama, sambungkan flashdisk yang sudah kita isi dengan bootable Windows 10 ke port USB laptop atau PC yang akan kita instal.
Kedua, nyalakan laptop atau PC dengan menekan tombol power.
Ketiga, masuklah ke BIOS dengan cara menekan tombol ESC pada keyboard atau tombol F2, F4, F8, F9, atau F12, tergantung masing-masing laptop. Biasanya setiap laptop atau PC memiliki cara yang berbeda untuk bisa masuk ke BIOS. Sebelum melakukannya, pastikan kalian sudah membaca petunjuknya.

Keempat, ubah settingan prioritas booting ke flashdisk. Pada pilihan pertama, silakan ubah ke pilihan ‘USB’ sedangkan settingan lainnya biarkan default saja. Setelah selesai, silakan save dan keluar. Maka laptop atau PC akan restart.
Baca juga: Acer Swift 7 Versi 2018, Laptop Super Tipis Pada Generasi Ultrabook

Cara Instal Windows 10 dengan Flashdisk

Setelah restart, laptop atau PC akan mulai proses instal Windows 10. Biarkan loading hingga muncul sebuah jendela dari Windows yang meminta untuk setup bahasa dan waktu untuk komputer yang sedang kalian instal. Biarkan saja seperti itu, lalu klik ‘next’.
Pertama, Klik ‘Instal Now’ untuk memulai proses selanjutnya.
Kedua, pada jendela Activate Windows, pilih saja ‘I don’t have active key’
Ketiga, pilih system Windows yang akan diinstal. Pilih saja ‘Windows 10 pro’ lalu klik ‘Next’

Keempat, centang ‘I accept the licence term’ lalu klik ‘Next’
Kelima, pada jendela baru akan muncul dua pilihan, ‘Upgrade’ dan ‘Custom’, pilih ‘Custom’. Maksud dari ‘Upgrade’ di sini adalah jika kita hendak memperbarui sistem lama dengan yang baru tanpa menghapus aplikasi dan tanpa mengubah file yang ada di laptop atau PC. Sedangkan pilihan ‘Custom’ ini kita pilih ketika hendak menginstal Windows yang baru pada laptop atau PC.
Keenam, selanjutnya kalian harus membuat partisi penyimpanan file untuk laptop atau PC. Caranya: klik ‘Drive 0’ kemudian klik ‘New’ kemudian kalian bikin drive C. Isikan kolom size sesuai dengan ukuran drive yang diinginkan. Usahakan untuk Drive C minimal 40.000 MB. Setelah itu klik ‘Apply’ klik ‘Ok’.

Ketujuh, setelah partisi Drive C selesai dibuat, klik ‘Drive 0 unallocated space’ lalu klik ‘New’ lalu klik ‘Apply.’ Drive ini yang nantinya akan menjadi Drive D pada laptop atau PC. Kalau kalaian ingin membagi lagi menjadi dua partisi, silakan dibuat dengan cara yang sama seperti di atas. Sehingga nanti di laptop atau PC akan ada Drive C, D, E dan seterusnya sesuai dengan jumlah partisi yang kalian buat.
Kedelapan, pilih partisi Drive C yang tadi kalian buat, lalu klik ‘Next’ maka proses instal windows 10 akan mulai berjalan. Proses ini biasanya akan memakan waktu beberapa menit. Kalian tunggu saja. Jika proses selesai, maka laptop atau PC akan restart sendiri.

Pengaturan Dasar Windows 10

Tahap selanjutnya pada proses instal Windows 10 adalah pengaturan dasar Windows pada laptop atau PC. Di sini ada dua pilihan yang ditawarkan oleh Windows. Ada pilihan ‘Use Express Settings’ dan ‘Customize’ yang tertera pada jendela. Pilihan ‘Use Express Settings’ ini jika kalian ingin menggunakan pengaturan otomatis dari Windows.
Biasanya settingan akan dibuat default. Jika kalian ingin mengatur settingan dasar sendiri, silakan pilih ‘Customize’ untuk mengatur sesuai dengan keinginan.
Namun, ada juga jendela Windows yang langsung menyajikan pilihan dasar pengaturan. Biasanya akan muncul pilihan “region” untuk setting awal. Silakan pilih Negara tempat kalian tinggal sat ini. Kemudian klik ‘Yes’ untuk melanjutkan. Lalu klik ‘US’ untuk pilihan keyboard layout, lalu klik ‘Yes’ untuk melanjutkan. Kemudian klik ‘Skip’ untuk pilihan second layout, pilihan connect internet.
Selanjutnya adalah setting identitas pemilik PC. Ketikkan nama kalian atau pemiliki PC, klik ‘Next’. Ketikkan password yang kalian inginkan, atau biarkan kosong saja jika tidak ingin melindungi PC anda dengan password, lalu klik ‘Next.’
Baca juga: Lenovo Yoga Book C930 Jadi yang Terbaik di Ajang IFA 2018
Pada pengaturan Privacy Setting bisa tetap menggunakan default saja, lalu klik ‘Accept.’ Tunggu beberapa menit, maka windows 10 sudah selesai terinstal di laptop atau PC kalian. Selanjutnya tinggal instal driver pendukung yang dibutuhkan. Seperti driver wifi, VGA, dan lain sebagainya.
Di tutorial ini kami tidak akan mengulas bagaimana caranya menginstal driver pendukungnya, barangkali di lain kesempatan akan kami ulas dalam bahasan tersendiri. Atau jika kalian ingin tahu, bisa search di google aja. Ada banyak informasi terkait teknis penginstalan program komputer.

Cara Instal Ulang Windows 10

Lalu bagaimana dengan laptop atau PC yang sebelumnya sudah terinstal Windows 10 dan ingin instal ulang? Apakah caraya sama dengan langkah-langkah penginstalan Windows pada laptop atau PC baru?
Memang tidak lengkap rasanya kalau kami hanya mengulas mengenai cara instal Windows 10 tanpa mengulas juga bagaimana cara melakukan instal ulangnya. Karena kan tidak semua laptop atau PC yang diinstal Windows 10 itu sebelumnya belum pernah terinstal Windows.
Ada kalanya laptop atau PC yang sudah terinstal Windows 10 mengalami gangguan atau merasa performancenya kurang OK. Nah, dalam hal ini kadang solusi instal ulang Windows menjadi jalan terbaik.
Dengan adanya fitur Refresh dan Reset pada Windows 10 memungkinkan kita untuk melakukan instal ulang tanpa butuh file instalasi lagi. Tidak perlu CD, VCD, atau flashdisk yang berisi installer Windows 10. Kita cukup manfaatkan fitur Refresh dan Reset yang disediakan oleh Windows 10.
Memang secara umum fitur Refresh dan Reset ini hampir sama, tapi perlu dicermati sebelum menggunakannya. Keduanya sama-sama berfungsi untuk mengembalikan system Windows di laptop kita ke dalam keadaan seperti semula saat pertama kali diinstal. Namun, sebenarnya keduanya berbeda. Apa saja sih perbedaannya?
Baca juga: Sejarah Perkembangan Internet di Indonesia (1958 – 2018)
Jika kita menggunakan fitur Refresh, maka file pribadi dan program-program modern tidak akan hilang karena terhapus. Berbeda kalau kita menggunakan fitur Reset. File pribadi dan program modern akan terhapus ketika kita memilih menggunakan fitur Reset. Karena fitur Reset ini akan melakukan proses reinstal yang kemudian memformat ulang hard disk laptop atau PC.
Yang dimaksud sebagai program modern di sini adalah program yang tersedia di Windows Store. Kalau tidak salah, program-program modern ini mulai diperkenalkan sejak lahirnya Windows 8.
Untuk pertimbangan penggunaan Refresh atau Reset, tentu butuh kecermatan menilai masalah yang ada pada laptop. Memang rekomendasinya adalah dicoba dulu fitur Refresh untuk mengatasi masalah. Kalau memang setelah dilakukan Refresh belum juga mengatasi masalah, maka silakan menggunakan fitur Reset. Dengan catatan: lakukan back up data terlebih dahulu sebelum melakukan instal ulang Windows 10.

Cara Refresh dan Reset Windows 10 Melalui Desktop

Silakan buka start menu, lalu pilih Settings.

Pilih ‘Update & Service’ pada jendela yang disajikan.

Klik ‘Recovery’ yang ada pada kolom sebelah kanan di jendela.

Klik ‘Get Started’ pada pilihan Reset this PC.

Pilih ‘Keep my files’ jika kalian tidak ingin kehilangan file di laptop, atau pilih ‘Remove everything’ jika ingin me-reset Windows 10 di laptop atau PC kalian.

Tunggu beberapa saat hingga proses selesai.

Cara Refresh dan Reset Windows 10 Melalui Boot Menu

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melakukan Refresh dan Reset Windows 10 melalui boot menu. Cara pertama, silakan ikuti langkah-langkah berikut:
  1. Silakan buka Start Menu, lalu pilih ‘Power’
  2. Kemudian klik tombol ‘Restart’ dibarengi dengan menekan tombol Shift pada keyboard.
  3. Pada jendela yang terbuka, pilih ‘Troubleshoot.’
  4. Selanjutnya pilih ‘Refresh your PC’ jika kalian ingin melakukan Refresh, atau pilih ‘Reset’ jika kalian ingin me-reset windows 10 laptop kalian.
  5. Tunggulah beberapa menit, bisa dengan sambil minum kopi atau menghabiskan camilan.

Cara Refresh dan Reset Windows 10 di Laptop

  1. Silakan buka Start Menu, lalu pilih ‘Settings’
  2. Kemudian pilih ‘Update & Security’
  3. Klik ‘Recovery’ yang ada pada jendela
  4. Klik ‘Restart Now’ yang ada pada bagian Advance Startup
  5. Maka kemudian akan disajikan langkah-langkah seperti cara yang pertama tadi.

Cara instal ulang Windows 10 dengan Flashdisk

Instal ulang Windows 10 dengan flashdisk ini sebenarnya jarang dilakukan. Karena adanya fitur Refresh dan Reset tadi yang cenderung lebih mudah dan praktis. Namun, bukan berarti cara ini tidak penting untuk diketahui. Ada baiknya jika kita juga paham bagaimana cara instal ulang Windows 10 dengan flasdisk.
Yang pertama harus disiapkan adalah flashdisk yang sudah dibuat bootable Windows 10 di dalamnya. Caranya sama seperti yang sudah dijabarkan di awal tadi.
Sedangkan langkah-langkah instal ulang Windows 10 dengan flashdisk adalah sama dengan yang sudah kami jelaskan di awal mengenai cara instal Windows 10 dengan flashdisk. Jadi, silakan ikuti langkah-langkahnya saja, ya?
Nah, demikianlah tutorial dari kami tentang cara install Window 10 lengkap dengan langkah-langkah praktis. Silakan dipelajari dan dipahami sebagai bahan panduan dalam melakukan install Windows 10 di laptop kalian.
Jika ketika melakukan install ada kendala, silakan komen pada kolom di bawah. Agar kami bisa memantau dan membantu sekaligus menjadi referensi pembaca lain untuk mendalami panduan install Windows 10 ini. (SNs)







Cara Instal Windows 7 dari USB Flashdisk

 

Cara Instal Windows 7 dari USB Flashdisk

Langkah-langkah Instalasi windows 7 menggunakan Flashdisk

Berikut adalah langkah-langkah untuk menginstal windows 7 menggunakan flashdisk:
  • Siapkan DVD Windows 7 atau File ISO.
  • Siapkan Flashdisk yang memiliki kapasitas minimal 4 GB, rekomendasi 8 GB agar bisa masuk Windows 7 All-in-One.
  • Transfer File DVD Windows 7 atau ISO kedalam Flashdisk dan kemudian Install Windows 7 seperti biasa.
Tips: Jika File berbentuk ISO, maka kita dapat mentransfer ke dalam Flashdisk yang dijelaskan pada metode 1 dibawah ini, tetapi jika berbentuk DVD, maka kita harus merubah DVD tersebut terlebih dahulu menjadi bentuk ISO agar dapat berjalan dengan benar. Tetapi ada juga cara alternatif yang dijelaskan pada metode 2 dibawah ini yang dapat mentransfer DVD Windows ataupun ISO kedalam Flashdisk dan langsung dapat digunakan.

Metode 1
Transfer File ISO Windows 7 ke dalam Flashdisk menggunakan Software Rufus. Namun jika File tersebut masih dalam bentuk DVD, maka harus dirubah kedalam bentuk ISO menggunakan Software seperti BurnAware, ImgBurn, CDBurnerXP, atau software sejenis. ATAU Gunakan Metode 2 di bawah.
Untuk mentransfer file ISO kedalam Flashdisk memakai program Rufus:


  1. Download Rufus, software gratis yang dirancang untuk memformat dan membuat perangkat flashdisk atau kartu memori menjadi bootable. Rufus secara otomatis mengekstrak semua file berbentuk ISO dan mentansfer kedalam Flashdisk sehingga dapat digunakan untuk menginstal Windows 7, 8, 10.
  2. Jalankan program Rufus.
    Rufus
    Image: Rufus
  3. Masukan perangkat Flashdisk ke komputer atau Laptop.
  4. klik Device dan pilih lokasi USB Drive Flashdisk yang akan ditransfer file ISO Windows 7.
  5. Biarkan Partition scheme and target system type, File system, Cluster size, dan New Volume Label, atau kita dapat mengaturnya sesuai kebutuhan.
  6. Dibawah Format Options, terdapat beberapa pilihan pengaturan, tetapi kita dapat membiarkannya secara default.
  7. Pada bagian “Create a bootable disk using” Pilih ISO Image dan kemudian Klik icon CD/DVD untuk memilih File ISO yang telah disiapkan. Ini membutuhkan beberapa saat agar Rufus dapat memeriksa file ISO tersebut.
  8. Klik Start untuk memulai format dan mentransfer semua isi dari file ISO kedalam Flashdisk. Klik OK jika muncul Peringatan atau Warning.
  9. Tunggulah beberapa menit sampai prosesnya selesai sampai muncul notifikasi DONE. Kita dapat menutup program Rufus jika telah selesai dan langsung dapat menggunakan Flashdisk tersebut untuk menginstal Windows 7.
Untuk melanjutkan instalasi bisa dilihat dilink berikut ini:
Metode 2
Transfer File DVD Windows 7 atau ISO kedalam Flashdisk menggunakan Software WintoFlash.
Untuk mentransfer File DVD Windows 7 atau ISO kedalam Flashdisk memakai program WintoFlash:
  1. Download Wintoflash Versi 1.11.0000 (mendukung Win XP/7/8/8.1/10 – ISO / DVD)
  2. Install Software Wintoflash Hasil Download. Setelah download program selesai, Kemudian bisa langsung dijalankan.
  3. Jalankan Program Wintoflash tanpa koneksi internet agar mempercepat prosesnya.
  4. Transfer Windows 7 ke Flashdisk.Pada tampilan “Welcome” Klik Next.
    Persetujaun Klik “I Accept”, kemudian Klik Next.
    Pada “Key File”, Pilih “Free License” dan Klik Next.
    Klik Next kembali sampai “Finished” dan tampilan ke Menu Awal.
  5. Klik Menu Tab “More singleboot”.
    wintoflash setup
    Image: wintoflash setup
  6. Pada “Windows setup file path”, Pilih Drive Sumber Instalasi dari DVD Windows ATAU lokasi file ISO, Posisinya ini bisa dimana saja. Jika memakai file ISO, maka klik juga “Use my ISO, RAR, ARJ, ZIP, 7z, CAB, DMG image or archive”.
    parameter
    Image: parameter
    Catatan: Posisi DVD Windows bisa di drive mana saja, biasanya drive E, kebetulan punya saya di drive (G:).
    Pada bagian “USB drive”, Pilih Target Drive Flashdisk. Ini bisanya otomatis kalo sudah terpasang. Sedangkan Posisi Flashdisk bisa di drive mana saja.
  7. Klik Run, maka proses transfer akan segera dimulai.
  8. Jika muncul “Warning” ditandai segitiga MERAH, maka lanjutkan saja dengan Klik “Continue”.
    format
    Image: format warning
  9. Mulai Proses “Transfer instalasi Windows 7” ke Flashdisk. Tunggulah beberapa menit sampai selesai, biasanya sekitar 10-15 menit, tergantung kecepatan CPU.
  10. Exit dari aplikasi Wintoflash tanpa basa-basi jika sudah selesai.
  11. Flashdisk sudah siap digunakan di komputer atau laptop. HARAP diperhatikan setiap langkah selanjutnya karena ada beberapa perbedaan.
Video Transfer Windows 7 ke Flashdisk










Cara Instalasi Windows 7 (Lengkap Beserta Gambar)

 

Cara Instalasi Windows 7 (Lengkap Beserta Gambar)

Untuk menginstall windows 7, ikutilah langkah-langkah dibawah ini:
  1. Nyalakan PC (Komputer atau Laptop), kemudian masuklah ke Menu BIOS.nyalakan laptopTips: Supaya bisa masuk ke MENU BIOS, SAAT menyalakan Laptop atau Komputer seperti gambar diatas, tekan terus-menerus dengan cepat tombol F2, pada beberapa laptop merk lain tekan Esc, F1, F10 atau Del Pada Komputer.
    Catatan: Pada sebagian merk laptop mungkin juga sambil menekan tombol “fn” bersamaan dengan F1/F2 dst, agar tombol tersebut berfungsi.
  2. Masuk ke Menu BIOS. Pada MENU BIOS aturlah booting pertama.menu biosCatatan: Gambar diatas merupakan contoh masuk ke menu “BIOS” atau “Setup Utility”, tampilan ini beraneka ragam tergantung merk.
  3. Aturlah Booting Awal. Cari Menu Tab Boot untuk mengatur Booting Pertama.bios setupTips: Arahkan Boot Pertama Jadi CD-DVD atau Flashdisk sesuai keinginan, Tampilan ini pun beraneka ragam tergantung merk. Ubah “Boot” pertama pada Menu “BIOS” Ke CD/DVD atau Flashdisk, namun jika dari Flashdisk ubah boot pertama ke Flashdisk, ini diperlukan agar “Booting” pertama kali membaca media CD/DVD Windows 7 atau Flashdisk.
    Catatan: Khusus untuk booting pertama dari flashdisk, maka harus masukan terlebih dahulu flashdisk sebelum menyalakan komputer atau laptop.
  4. Simpan Pengaturan BIOS. Klik Exit dan kemudian Exit Saving Changes dengan mengklik Yes.save setup configurationTips: Komputer atau Laptop akan segera “Restart” dari DVD. Jangan Lupa masukan terlebih dahulu DVD Windows 7 “Installer” ke Drive DVD, sebelum “restart”.
  5. Mulai Booting Pertama. PC akan mulai booting dari DVD Windows 7 Installer.press any-keyTips: Klik Apa saja pada keyboard, misalnya klik “Enter” dan waktunya hanya 5 detik, kalo 5 detik ga di klik, proses tidak akan terjadi, harus “restart” lagi.
  6. Tunggu proses. Pada Langkah ini tidak melakukan apapun.loading installation
  7. Pilih Bahasa. Pilihlah Bahasa English, kemudian Klik Next.setelan bahasa
  8. Mulai Proses Instal. Klik Install Now untuk memulai instalasi.install now
  9. Konfirmasi Persetujuan. Klik I accept the license terms, kemudian Klik Next.persetujuanTips: Klik untuk Persetujuan instalasi.
  10. Pilih opsi lanjutan. Pilihlah opsi lanjutan atau advanced untuk instalasi file sistem windows 7.advanced installTips: Pada Langkah ini, sangat penting, Klik “Custom advanced”. Langkah ini artinya akan menginstal Windows 7 dari awal, sehingga nanti akan seperti baru, dan menghapus semua sistem yang lama.
  11. Atur partisi. Aturlah partisi sesuai yang dikehendaki.setup disk partitionTips: Pada langkah ini Penting Untuk Mengatur Partisi yang akan di-install Windows 7 yang Baru. Gambar diatas merupakan contoh Laptop yang memiliki 3 Partisi, Pertama System Reserved, Kedua Windows 7 lama alias (C:), dan Ketiga Data alias (D:).
    Catatan: Jika pada gambar diatas pada kotak tersebut kosong, artinya hard disk tidak terbaca, maka hardisk kemungkinan rusak atau kurang bagus atau kabel ke hard disk tidak bagus atau tidak terdeteksi.
  12. Hapus Partisi Sistem Lama. Delete Partisi Sistem Windows sebelumnya yang lama.delete old-partitionCatatan: Dengan Delete Partisi, maka sistem Lama (C:) akan terhapus, dan My Documents pun akan terhapus seluruhnya, karena My Documents termasuk (C:). Jadi kalo simpan Data-data dikemudian hari sebaiknya di (D:) atau (E:). Arahkan kursor untuk menghapus Partisi dengan Klik “Delete”, kemudian klik OK – OK aja, sampai tampilan pada gambar berikutnya.
  13. Buat Partisi baru. Buatlah partisi yang baru dengan kapasitas atau space hard disk cukup.buat partisi baruTips: Arahkan Kursor pada partisi yang akan diisi Windows 7 yang baru, Klik New. Kemudian Klik OK dan OK. Untuk diketahui, disini ada suatu nilai berapa “Byte Hard Disk”.
  14. Instal windows 7 pada partisi baru. Teruskan instalasi pada Partisi Baru.instal pada partisi baruTips: Tampilan akan seperti gambar diatas, kemudian arahkan Kursor Pada Partisi yang akan di-install Windows 7 yang baru “Primary”, Kemudian Klik “Next”.
  15. Tunggu proses transfer file windows 7. Memulai Proses Instalasi.installing windowsTips: Proses Instalasi Benar-benar dimulai, kalo sudah sampai langkah ini anda bisa benar-benar bersantai, karena selanjutnya akan berjalan Otomatis. Jangan klik apapun, biarkan saja sampai restart dengan sendirinya. Jika Pada saat Expanding Windows files ada “error”, berarti memory laptop/komputer rusak, coba diulang lagi dari awal kalo “error”. Kalo lancar, Windows akan restart otomatis.
  16. Tunggu proses lanjutan. Proses instalasi dilanjutkan otomatis, kemudian akan restart sendiri.auto-restartCatatan: Jika menggunakan DVD tidak melakukan apapun, tapi jika menggunakan Flashdisk setelah gambar tersebut “restart” Flashdisk HARUS dicabut.
  17. Restart otomatis.press any-keyCatatan: Setelah “Restart”, pada langkah ini jangan klik apapun, kalo diklik nanti mulai lagi seperti langkah di atas. Jika memakai flashdisk tidak ada gambar diatas, kan dah dicabut.
  18. Biarkan Proses Melanjutkan. Biarkan saja jangan klik apapun pada langkah ini.updating registry settings
  19. Penyempurnaan instalasi lanjutan. Biarkan saja.completing installationTips: Menyempurnakan Proses Instalasi Windows. Biarkan saja, jangan klik apapun, kalo gerakin “mouse” atau minum kopi Boleh.
  20. Jangan klik apapun. Proses Instalasi Windows hampir selesai, dan akan restart otomatis.continue after-restart
  21. Isi Data-data. Isiliah dengan membuat nama pengguna.user nameTips: Isi Nama untuk Laptop, Komputer, bebas, Trus Klik “Next”.
  22. Isi kata sandi jika diinginkan. Isi Password untuk masuk ke windows 7.set passwordTips:Tidak perlu diisi, kecuali Laptop atau komputernya mau pakai “password” atau kata kunci, kemudian klik “Next”.
  23. Isi Kode Kunci Produk jika sudah punya. Product key windows 7, klik Skip jika belum punya.product keyTips: Jika sudah memiliki Kode Windows 7, ketik kodenya dalam kotak tersedia, dan klik “Automatically activate Windows”. Jika belum mempunyai kode, jangan diisi apapun, Disebelah “Next” nanti ada “Skip”, jadi Klik “Skip”.
  24. Pilih pengaturan rekomendasi. Klik Use recommended settings.recommended setting
  25. Atur waktu. Pengaturan waktu aktual, sesuaikan waktu yang dikehendaki, kemudian klik Next.pengaturan waktu
  26. Selesai. Proses instalasi windows 7 selesai.desktop
Tips: Bagi yang belum memasukan kode windowsnya “Product key” alias belum di aktifkan/activated, maka sempurnanya windows 7 tersebut hanya berlaku 3 atau 30 hari tergantung edisinya, jika belum di aktifkan, tampilan windows akan berubah hitam, dan jika dibiarkan kadang bisa merusak hardware Laptop atau Netbook, sebaiknya segera aktifkan Windows setelah Instalasi selesai. Untuk mengaktifkan (aktivasi) windows 7 sebenarnya ada pada DVD itu sendiri, jika bingung tanyakan pada penjual atau bertanya kepada yang lebih mengetahui, karena cara aktivasi windows 7 berbeda-beda.
Setiap selesai instalasi windows 7 sebaiknya instal juga driver-windows seperti Graphics, Audio, Network, dan semua yang berhubungan dengan driver sesuai merknya, biasanya ada CD/DVD tersendiri dikasih waktu membeli Laptop atau Komputer, kalo tidak ada harus download. Namun Pada beberapa Merk Laptop, biasanya tidak perlu juga karena sudah terintegrasi dengan Windows 7, dan Driver harus di instal supaya Laptop atau Komputer berjalan dengan semaksimal mungkin, kemudian lengkapilah dengan software pendukungnya.